IKN Kita: Inspirasi
Showing posts with label Inspirasi. Show all posts
Showing posts with label Inspirasi. Show all posts

Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara di IKN Kaltim

IKNkita.com
Kain khas Kabupaten PPU. Foto: FB Pemkab PPU

IKNkita.com - Ketika Presiden Jokowi mengumumkan Ibu Kota Negara (IKN) baru terletak di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, barangkali masih banyak masyarakat yang asing dengan daerah ini. 

Di mana letak Penajam Paser Utara? Di mana lokasi Kutai Kartanegara? Kedua daerah ini merupakan kabupaten yang berada di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Karena sudah menjadi area IKN, banyak juga yang menyebutnya secara singkat dengan frasa IKN Kaltim

Penajam Paser Utara adalah nama yang terbilang unik, juga asing. Apa arti Penajam Paser Utara? Kata "Utara" memang merujuk pada arah mata angin. Sementara kata "Penajam" adalah nama ibu kota kabupaten ini. Letak kabupaten berbatasan dengan Kabupaten Kutai Kartanegara di bagian utaranya. 

Sebelum menjadi kabupaten sendiri, Penajam Paser Utara masih menyatu dengan kabupaten induk, yakni Kabupaten Pasir. Belakangan, nama ini berubah menjadi Paser. Pemekaran kabupaten ini terjadi pada 2002. 

Laman Wikipedia menulis, Kabupaten Penajam Paser Utara berdiri pada 10 April 2002, dan merupakan kabupaten ke-13 di Provinsi Kaltim. 

Ada empat kecamatan yakni Penajam, Waru, Babulu dan Sepaku. Nah, pusat IKN nanti rencananya di Kecamatan Sepaku. Letak kecamatan ini berdekatan dengan Kota Balikpapan. 

Di Balikpapan telah lama ada bandara kelas internasional, yakni Bandara Sepinggan. Juga di kota inilah keberadaan Markas Kepolisian Daerah (Polda) Kaltim, Bank Indonesia Perwakilan Kaltim, dan Komando Daerah Militer (Kodam) Mulawarman. Sedikit unik, karena letak instansi tersebut bukan di ibu kota Provinsi Kaltim, yakni Samarinda. 

Kabupaten Penajam Paser Utara memiliki luas wilayah 3.333,06 kilometer persegi. Per 2017, jumlah penduduknya sebanyak 166.554 jiwa. Kabupaten ini memiliki 24 kelurahan dan 30 desa. Sebaran penduduk 50 jiwa per kilometer persegi. Masih jarang sekali, kan? Kesannya, pasti masih sepi. 

IKNkita.com
Sebuah festival di Tenggarong. Foto: FB Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara.

Sementara Kabupaten Kutai Kartanegara sendiri, relatif lebih terkenal. Selain karena punya sejarah kerajaan, juga sudah jauh lebih dulu ada dan eksis. Sehingga, barangkali, tidak terlalu menimbulkan tandatanya. Meski tetap saja rasa penasaran selalu ada untuk ingin tahu mengenai daerah ini. 

Kabupaten Kutai Kartanegara awalnya merupakan wilayah Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Matadipura. Kerajaan ini termasuk dalam wilayah Daerah Swapraja Kutai pada 1947, yang menjadi bagian dari Federasi Kaltim bersama Kesultanan Bulungan, Sambaliung, Gunung Tabur, dan Pasir (belakangan menjadi Paser). 

Web Pemkab Kukar memaparkan sejarang ini secara ringkas. Daerah Swapraja Kutai menjadi bagian dari Republik Indonesia Serikat (RIS) pada 27 Desember 1949. Pada 1953, bentuk daerah ini berubah menjadi Daerah Istimewa Kutai, tetapi pada 1959 Pemerintah Indonesia menghapus status tersebut sehingga daerah ini menjadi Kabupaten Kutai dengan ibu kota Tenggarong. Perubahan ini pun menandai berakhirnya pemerintahan kesultanan di sini. 

Wilayahnya yang luas memberi kesempatan pemekaran kabupaten baru. Pada 1999, Kabupaten Kutai mekarkan menjadi empat daerah otonom. Keempat daerah otonom ini adalah Kabupaten Kutai, Kabupaten Kutai Barat dengan ibukota Sendawar, Kabupaten Kutai Timur dengan ibukota Sengata, dan Kota Bontang dengan ibukota Bontang.

Di masa Presiden Gus Dur, nama Kabupaten Kutai berubah sehingga menjadi Kutai Kartanegara. Presiden Megawati yang kemudian memberikan penetapan pada nama ini pada 2002. 

Per 2020, jumlah penduduk Kabupaten Kutai Kartanegara mencapai 734.485 jiwa. Sedangkan sebaran penduduk, konsentrasinya cenderung lebih besar di wilayah perkotaan. Dan tingkat kepadatan penduduk kabupaten ini sebesar 56.28 jiwa per kilometer persegi. 

Laman Wikipedia menjelaskan, Kabupaten Kutai Kartanegara punya luas wilayah 27.263,10 kilometer persegi. Selain daratan, luas perairan mencapai kira-kira 4.097 kilometer persegi. Kabupaten Kutai Kartanegara memiliki 18 kecamatan, serta 225 desa/kelurahan. Letak Kabupaten Kutai Kartanegara berbatasan dengan Kota Samarinda, ibu kota Provinsi Kaltim. 

Sebanyak 18 kecamatan di Kabupaten Kutai Kartanegara yakni Anggana, Kembang Janggut, Kenohan, Kota Bangun, Loa Janan, Loa Kulu, Marang Kayu, Muara Badak, Muara Jawa, Muara Kaman, Muara Muntai, Muara Wis, Samboja, Sanga-Sanga, Sebulu, Tabang, Tenggarong, dan Tenggarong Seberang. 

Nah, dari paparan ini bisa membayangkan, wilayah IKN kita terdiri atas sebuah kabupaten tua dan sebuah kabupaten muda. Kabupaten yang satunya begitu luas dengan penduduk mulai padat, sementara kabupaten yang satunya relatif masih sepi dan jarang penduduknya. Kombinasi yang ideal tampaknya. (IKNkita.com)

IKN Kaltim Adalah Masa Depan Baru Indonesia

Foto IKN Nusantara
Sebagian suasana IKN Nusantara. Foto: setkab.go.id

IKNkita.com - IKN adalah singkatan dari Ibu Kota Negara. Tidak ada hal aneh dengan singkatan ini sebenarnya. Hanya saja, sebutannya semakin gencar ketika Presiden Jokowi mulai terlihat bersemangat mewujudkan IKN baru pengganti Jakarta. Sebelumnya, isu IKN hanya terdengar sayup-sayup dalam perbincangan. 

Mengapa setelah Jokowi menggaungkannya, baru IKN seakan menjadi "barang baru" yang menyita begitu banyak perhatian? Barangkali, karena di tangan Jokowi, ide ibu kota pindah ke Pulau Kalimantan betul-betul menjadi kenyataan.

Sejarah pembentukan IKN baru sebetulnya bergulir sudah lama. Siapa yang pertama kali mencetuskannya? Situs djkn.kemenkeu.go.id menulis, Presiden Soekarno telah mencetuskan ide pemindahan IKN pada 17 Juli 1957. Waktu itu, Soekarno memilih Palangkaraya sebagai lokasinya, karena letaknya di tengah jajaran pulau-pulau di Indonesia. 

Presiden setelah Soekarno, juga sempat menyinggung beberapa tempat sebagai IKN baru, namun tidak terealisasi. Jika kita hitung mundur dari 2019, berarti selama 62 tahun baru ide ini menampakkan hendak terwujud. Ya, di era pemeritahan Presiden Jokowi. Tidak lagi sebatas angan-angan, tetapi bentuk nyatanya sudah benar-benar ada. 

Publik memang penasaran, ketika Presiden Jokowi belum mengumumkan di mana lokasi IKN baru ini. Rasa penasaran itu terjawab, saat Jokowi mengumumkan lokasi IKN dan namanya. Kapan Presiden Jokowi mengumumkan lokasi IKN baru? Pengumuman bersejarah ini terjadi pada 26 Agutus 2019. Televisi menyiarkannya secara langsung. Media massa pun menjadikannya liputan utama. Maklum, ini merupakan hal yang masyarakat nantikan, karena penasaran. 

"Pemerinta telah melakukan kajian mendalam. Kita intensifkan studinya dalam tiga tahun terakhir. Hasil kajian menyimpulkan lolkasi ibu kota baru yang paling ideal adalah di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian di Kabupaten Kutai Kertanegara, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim)," kata Jokowi. 

foto IKN Nusantara gedung
Rencana gedung pemerintah di IKN Kaltim. Foto: NET

Berapa biaya IKN baru? Jokowi menyertakan informasi ini dalam pengumuman tersebut. Dia menyebut, total kebutuhan untuk IKN sebesar Rp 466 triliun. Nantinya 19 persen akan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Terutama bersal dari skema kerja sama pengelolaan aset di ibukota baru dan Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta. Sisanya akan berasal dari Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPPU) serta investasi langsung swasta dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). 

Pasti banyak yang bertanya, mengapa Kaltim menjadi pilihan. IKN Kaltim tentunya telah memenuhi berbagai pertimbangan. Presiden Jokowi pun memaparkan alasan pemilihan IKN Kaltim dalam pengumuman itu.  

Dia memaparkan, lokasi tersebut minim risiko bencana. Seperti banjir, gempa bumi,tsunami, kebakaran hutan, gunung berapi, dan tanah longsor. Pertimbangan lain, tentu karena lokasinya strategis. Berada di tengah-tengah Indonesia. Berdekatan dengan wilayah perkotaan yang sudah berkembang yaitu Balikpapan dan Samarinda. Samarinda merupakan ibukota Provinsi Kaltim. 

"Memiliki infrastrukrut yang relatif lengkap. Tersedia lahan yang dikuasai pemerintah seluas 180 ribu hektar," jelas Jokowi. 

Deretan pertanyaan berikutnya banyak menyusul. Kapan pindak ke IKN baru? Seperti apa rancangan kotanya? Apa peluang lowongan kerja di IKN baru? Apa saja program IKN baru ini? Banyaknya pertanyaan itu bisa mengindikasikan, IKN Kalim ini merupakan masa depan baru Indonesia. Banyak yang akan menggantungkan hadapan padanya. Kehidupan yang berbeda dan berubah juga bakal terjadi nantinya. Seperti apa kehidupan di IKN baru? Waktu akan menjawabnya. 

Ikuti terus sajian konten dari IKNkita.com yang akan merangkai informasi dari sumber akurat, mudah dipahami, dan tentunya menyenangkan untuk dibaca. (IKNkita.com)